KUALA KURUN, DAYAKNUSANTARA.com – Kondisi ruas Jalan Palangka Raya–Kuala Kurun kembali menjadi sorotan masyarakat dan pengguna jalan. Sejumlah pihak mempertanyakan pelaksanaan proyek peningkatan jalan yang diduga dikerjakan tanpa keterbukaan informasi kepada publik.
Berdasarkan pantauan di lapangan, awak media tidak menemukan papan informasi proyek pada sejumlah titik pekerjaan yang sedang berlangsung. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait pelaksanaan proyek yang disebut-sebut menelan anggaran hingga ratusan miliar rupiah.
Selain minimnya informasi proyek, masyarakat juga menyoroti lokasi pekerjaan yang dinilai tidak tepat sasaran. Pasalnya, beberapa ruas jalan yang masih tergolong baik justru mendapatkan penanganan, sementara sejumlah titik dengan kerusakan parah hingga kini belum diperbaiki.
Salah satu titik kerusakan terparah berada di ruas jalan antara Desa Tumbang Danau dan Desa Kampuri, Kabupaten Gunung Mas. Kerusakan jalan di lokasi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut keterangan pengguna jalan, tidak sedikit kendaraan roda dua yang terjatuh akibat kondisi jalan berlubang dan berlumpur. Bahkan beberapa kendaraan angkutan barang dan truk dilaporkan mengalami kecelakaan hingga terguling saat melintas di ruas tersebut.
Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah terkait pelaksanaan proyek jalan tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi melalui sambungan telepon maupun pesan singkat belum mendapatkan tanggapan. Upaya untuk menemui langsung Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah juga belum berhasil dilakukan.
Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah segera memberikan penjelasan terkait pelaksanaan proyek yang sedang berjalan serta memprioritaskan perbaikan pada ruas jalan yang mengalami kerusakan berat.
Warga menilai percepatan perbaikan sangat diperlukan demi keselamatan pengguna jalan dan kelancaran distribusi barang maupun aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada akses Jalan Palangka Raya–Kuala Kurun.
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu langkah konkret pemerintah untuk menangani kerusakan jalan tersebut agar tidak kembali menimbulkan korban kecelakaan di masa mendatang.
( Hg )











