KPK OTT Bupati Muara Enim, Bukti Korupsi Masih Menggurita di Lingkar Kekuasaan

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MUARA ENIM | DAYAKNUSANTARA.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap kepala daerah. Kali ini, Bupati Muara Enim, H. Edison, diamankan dalam operasi senyap yang dilakukan tim antirasuah pada Senin (8/6/2026).

Peristiwa tersebut menjadi tamparan keras bagi dunia birokrasi dan pemerintahan daerah. Di tengah slogan pelayanan publik dan pemerintahan bersih yang terus digaungkan, praktik dugaan korupsi justru kembali menyeret pejabat tinggi daerah.
Wakil Ketua , Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya OTT terhadap Bupati Muara Enim.
“Benar,” ujar Fitroh singkat melalui pesan elektronik, Senin (8/6/2026).

Dalam operasi tersebut, penyidik KPK tidak hanya mengamankan kepala daerah, tetapi juga melakukan penyegelan di sejumlah kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Salah satu yang turut disegel adalah Dinas Pendidikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga kini, KPK belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara maupun jumlah pihak yang turut diamankan dalam operasi tersebut. Namun langkah cepat lembaga antirasuah itu menimbulkan dugaan adanya praktik penyalahgunaan kewenangan yang melibatkan jaringan birokrasi lebih luas.

Kasus ini menambah daftar panjang pejabat publik yang tersandung perkara korupsi pada awal Juni 2026. Sebelumnya, publik juga dikejutkan dengan dugaan kasus pemerasan dan gratifikasi izin tinggal warga negara asing di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi yang menyeret sejumlah tersangka.

Rentetan perkara tersebut dinilai menjadi bukti bahwa praktik korupsi masih menjadi ancaman serius di berbagai lini pemerintahan, baik pusat maupun daerah. Kekuasaan yang seharusnya digunakan untuk melayani masyarakat justru kerap disalahgunakan demi kepentingan pribadi maupun kelompok.

Publik kini menanti ketegasan KPK dalam membongkar secara menyeluruh dugaan praktik korupsi di Kabupaten Muara Enim, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain yang memiliki peran dalam perkara tersebut.

Baca Juga:  Gerdayak Indonesia Rayakan HUT ke-16, Gubernur Kalteng Tekankan Persatuan dan Perlindungan UMKM

Reporter : GD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dayaknusantara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Rusak Kuala Kurun–Palangka Raya Dikeluhkan Pengguna Jalan, Proyek Bernilai Ratusan Miliar Dipertanyakan
Bundaran Perdi Diduga Gagal Perencanaan dan Terbengkalai, Sejumlah Proyek di Murung Raya Jadi Sorotan
BAP dan Dakwaan Dicabut, Kuasa Hukum Nilai Keterangan Terdakwa Menjadi Pertimbangan Penting Majelis Hakim
Gerdayak Indonesia Rayakan HUT ke-16, Gubernur Kalteng Tekankan Persatuan dan Perlindungan UMKM
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:46 WIB

Jalan Rusak Kuala Kurun–Palangka Raya Dikeluhkan Pengguna Jalan, Proyek Bernilai Ratusan Miliar Dipertanyakan

Rabu, 10 Juni 2026 - 04:24 WIB

Bundaran Perdi Diduga Gagal Perencanaan dan Terbengkalai, Sejumlah Proyek di Murung Raya Jadi Sorotan

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:34 WIB

KPK OTT Bupati Muara Enim, Bukti Korupsi Masih Menggurita di Lingkar Kekuasaan

Senin, 8 Juni 2026 - 21:49 WIB

BAP dan Dakwaan Dicabut, Kuasa Hukum Nilai Keterangan Terdakwa Menjadi Pertimbangan Penting Majelis Hakim

Senin, 8 Juni 2026 - 10:56 WIB

Gerdayak Indonesia Rayakan HUT ke-16, Gubernur Kalteng Tekankan Persatuan dan Perlindungan UMKM

Berita Terbaru